Penampilan sebagai bentuk etika dalam membangun suasana keharmonisan

jilbab

cantik dengan jilbab

PENAMPILAN SEBAGAI BENTUK ETIKA DALAM MEMBANGUN

SUASANA KEHARMONISAN

Oleh : Jaw@Hir

Ethics is something that gives testimony of good and bad thing. it made by certain people associated with the sublime. A good society must be able to display a variety of ethics that have made themselves, not only to showed and discussion, but also to applications in daily life. Therefore, it can be used as a benchmark in assessing the alignment in word and deed.

            Sebagai universitas tinggi yang berbasis nilai-nilai pesantren STAImafa memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan. Tidak hanya itu, program studi bahasa arab menjadi asupan pokok yang harus ditempuh semua program studi walaupun sekedar memperkenalkan dasar-dasar keilmuan bahasa arab. Mulai dari mendengarkan, berbicara, menulis dan membaca teks-teks arab.

             Tidak hanya itu, kebiasaan akan memunculkan rasa yang berbeda. Muncul nya rasa percaya diri, pengalaman, dan adaptasi. Sehingga lambat laun masuk dalam culture. Bahasa arab seperti memberikan nuansa sakral dan itu muncul dari dulu. Pembicaraannya selalu tentang syari’at dan ketauhidan. Oleh karenanya dengan ini STAImafa ingin menjadikan bahasa arab lebih digandrungi, hingga pada akhirnya menghantarkan peserta didik mau dan mampu memahami tuntunan agama dengan baik sesuai syari’at, meski pada prodi yang spesifikasi keilmuannya berbeda.

            Menjadi aneh jika hal sepele dan krusial malahan terabaikan. Kini hampir tinggal nama untuk sebuah perguruan tinggi Islam jika perhatian terhadap busana hanya sekedar tampilan slogan. Perhatian cukup sebatas aturan tertulis yang sekilas dibaca dan tak berbekas. Perlunya para warga kampus yang saling mengingatkan tentu akan bisa mengurangi beban psikologi para pengajar yang telah kesana kemari penat memberikan petuah keagamaan yang dikira kolot. Sehingga lebih memilih menyibukkan diri dengan hal lain.

           Selain itu, budaya lingkungan hidup seseorang yang dibentuk sejak usia dini tentu akan memperlihatkan sosok berbeda di tempat lain. Dari hal yang terkecil hingga yang biasa dilakukan, sampai-sampai tidak terasa kalau itu berlainan dengan etika etnis lain. Namun tidak selamanya perbedaan melahirkan kesenjangan. Asalkan keberagaman itu saling menjunjung nilai-nilai yang mulia pastilah akan muncul benih kekeluargaan dalam keberagaman.

           STAImafa, begitu juga dengan universitas Islam lain mencoba mengintegrasikan nilai-nilai luhur yang dibawa oleh para calon sarjana muda. Sebagai bangunan awal, busana menjadi titik temu untuk menumbuhkan rasa keharmonisan. Bukan busana adat, sarimbitan ataupun tren masa kini, namun keseragaman busana muslim yang mampu memikat dan menampakkan ciri khas universitas Islam.

          Dengan nilai-nilai dan ciri khas yang dibawa dalam bentuk busana tersebut semua nampak tak sungkan saling menyapa dan mengenal dalam batasan keislaman. Cara pandang yang liar menjadi surut dan memudar. Tentunya ini akan nyata bila batasan dalam berbusana benar-benar dipatuhi, tidak sekedar busana pokok saja.

           Banyak yang mengatakan aturan perempuan dalam berbusana terlalu berlebihan, sehingga seolah menutup celah mereka untuk bebas berekspresi. Betapa berharganya sesuatu biasanya hanya diketahui pemiliknya, sehingga berbagai macam cara dilakoni agar tidak rusak, hilang bahkan berkurang nilai jualnya. Sayangnya, benda tidak memiliki perasa seperti manusia untuk protes dan mengeluh. Nampaknya itulah yang menjadi salah satu alasan logis.

          Untuk mewujudkan keharmonisan dan keselarasan kadang harus merelakan hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Namun bayaran akan hal itu tidaklah murah.

☺☺☺☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s