Memilih Tema Pidato yang Tepat

Memilih tema suatu pidato bagi saya termasuk mudah, begitu juga dengan Anda. Bagaimana tidak, pengalaman Anda selama mengarungi kehidupan saya kira sudah cukup banyak. Semua orang tentu pernah mengalami cobaan hidup hingga sampai masalah reda.

Pernahkah semangat turun hingga tiba-tiba muncul  kembali karena sesuatu ?, atau khilaf dan merasa bersalah setelah berbuat ?, masih banyak lagi yang lainnya, termasuk bagaimana Anda mampu menyelesaikan masalah orang lain.

Tu, kan. Mudah sekali menentukan tema untuk bahan Anda dalam pembicaaraan di depan umum, termasuk pidato Anda nantinya. Menentukan tema itu layaknya Anda bercakap-cakap dengan teman atau seseorang, jadi tidak usah memaksakan kehendak.

Tidak usah harus ilmiah, yang penting Anda dan audiens dapat memahami apa yang Anda bicarakan. Layaknya meracik makanan, yang penting Anda bisa menunya.

Kalau orang suka atau tidak makanan Anda, buat saja terlihat berbeda. Misalkan nasi goreng, agar spesial tambahkan saja fariasi penampilannya.

Begitu juga dengan pidato Anda nantinya. Jika temanya sering mereka dengar, ubah judulnya agar lebih menarik, penampilan Anda dan ekspresi Anda.

Biasanya orang dalam memperingati suatu haflah, menggunakan judul yang memang untuk peringatan itu sendiri, misalnya “Memperingati Kelahiran Nabi Besar Muhammad.” Akan lebih keren jika menggantinya dengan judul yang lebih edukatif.

Judul edukatif ?, apaan itu ?.

Yup, yang mampu mencerminkan pendidikan. Namanya juga edukatif, Jadi benar-benar mendidik. Tapi harus diingat, orang tidak suka digurui. Kaya’ ustadz saja. Bahasa yang sering digunakan dalam berceramah memang agaknya menggurui, tapi itu bisa dihindari, diantaranya menjauhi kata-kata harus.

Saat membuat tema yang baik, tidak hanya sesuai dengan kemampuan Anda, tapi juga bagaimana audiens mampu menjadi tergugah dengan tema yang nanti akan Anda sampaikan.

Tapi tidak usah khawatir, untuk mengetahui apa yang disukai audiens  akan saya jelaskan pada bab selanjutnya, yang penting Anda tahu dulu potensi diri Anda.

Perlu Anda ketahui kalau dalam berpidato paling tidak ada 4 jenis tema, yaitu : agama, ekonomi, politik dan sosial.

Namun seiring dengan perkembangan pengetahuan dan ilmu komunikasi, Anda bisa mencakup dan meringkasnya menjadi : Motivasi, Bisnis dan Seminar Ilmiah. Untuk sementara yang familiar dan sering ditemui adalah ketiga hal tersebut.

Kenapa harus percaya diri

Percaya diri erat sekali kaitannya dengan keimanan seseorang. Semakin orang iman atau percaya dengan apa yang dilakukannya di dunia ini, maka semakin cepat pula ia mendapatkannya. Orang dengan sikap percaya diri ketika menghadapi masalah pasti akan segera menyelesaikannya dengan fokus pada satu keputusan.

Jika tanpa rasa percaya diri, orang akan mudah tergoda dengan berbagai keputusan yang ditawarkan orang lain hingga berdampak pada situasai rumit. Akhirnya membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Pernah suatu ketika ada seorang saudagar yang membeli sebuah keledai di pasar hewan.

Setelah pedagang itu mendapatkan keledainya, ia pulang dengan menaiki keledai itu. Namun di tengah perjalanan ia bertemu dengan seseorang dan berkata padanya kalau ia tidak punya rasa kasihan, karena telah menaiki keledai yang kecil, ia pun lalu turun dan berjalan pulang.

Setelah berjalan beberapa kilo meter, ia lalu bertemu dengan seorang bocah yang berjalan bersama ayahnya. Bocah itu berbisik kepada ayahnya, “kenapa orang itu tidak menaiki keledainya saja, Yah ?, kan keledai memang untuk ditunggangi.”

Selang beberapa meter lalu sang saudagar menaiki kudanya. Kejadian itu terus saja berlanjut sampai pada akhirnya saudagar itu menggendong keledainya sampai pulang.

Apa pendapat Anda tentang saudagar tersebut ?

Benar sekali !

Pada cerita tersebut menggambarkan kalau tanpa rasa percaya diri orang bisa kehilangan harga diri, kehilangan waktu dan tentunya akal sehatnya. Untuk apa manusia diciptakan kalau orang tidak percaya dengan dirinya sendiri. Akan sangat merugikan sekali bagi keberlangsungan hidupnya.

التعليم الالكتروني

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalau mau download filenya nih di bawah, semoga bermanfaat.

التعليم الالكتروني في صورته المثلى

التعليم المدمج

أنماط التعليم الالكتروني

أهمية التعليم الإلكتروني

مفهوم التعليم الالكتروني

ميزات التعليم الالكتروني

E-learning dalam pembelajaran Bahasa Arab

E-learningE-learning dalam pembelajaran Bahasa Arab

oleh : Moh. Jawahir

PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pengajaran bahasa arab adalah suatu proses kegiatan yang mendorong, membimbing, mengembangkan, dan membina kemampuan berbahasa arab. Kemampuan bahasa arab dan sikap terhadap bahasa itu adalah sangat penting dalam rangka memahami ajaran Islam dari sumber aslinya baik al qur’an dan hadits maupun kitab-kitab berbahasa arab lainnya.
Menyitir bunyi suatu hadits “didiklah anakmu sesuai dengan zamannya”. Pernyataan ini mengandung makna dan mengisyaratkan bahwa kita hidup dalam ruang dan waktu yang senantiasa berubah. Demikian halnya menjadi seorang pendidik yang di tuntut untuk mampu mewujudkan diri atas tuntunan perkembangan global yang sedang dan yang akan terjadi. Dan globalisasi yang terjadi dalam setiap aspek kehidupan berlangsung dengan cepat terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Inovasi dalam teknologi pembelajaran memang tidak pernah berhenti. Setiap saat pendidikan yang tergabung di dalamnya berusaha untuk mengembangkan teknologi yang digunakan selama ini dan memperbaiki kelemahan-kelemahannya untuk kualitas pendidikan yang lebih baik. Adanya dukungan dari pemerintah, terutama dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional menstimulasi beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mulai membangun sistem pembelajarannya berbasis web.
E-learning atau proses pembelajaran melalui media elektronik, terutama internet, saat ini dianggap dapat menjadi solusi pendidikan bagi peserta didik yang tidak dapat hadir secara fisik ke setiap perkuliahan, namun mempunyai niat untuk memperoleh pengetahuan atau pun keinginan untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Bagi institusi pendidikan, teknologi di dalam e-learning dapat dijadikan media untuk semakin memperbaiki kualitas dalam pembelajaran jarak jauh (distance learning). Jika semula E-learning terkesan sebagai pembelajaran yang pasif dan hanya satu arah dari instruktur atau staf pengajar semata, setahap demi setahap hal ini mulai dirombak. Adanya fasilitas forum dan chatting di dalam media E-learning mulai merubah pandangan banyak orang akan pembelajaran melalui website yang aktif. Dukungan multimedia dan perkembangan badu di dunia web semakin membantu mewujudkan pembelajaran interaktif, meskipun tidak bertemu secara fisik.
Saat ini, sebagian besar website yang digunakan untuk menyajikan E-learning masih lebih terfokus pada penyediaan fasilitas bagi instruktur untuk meng-upload materi kuliah di server dan fasilitas download materi bagi peserta didik. Meskipun materi kuliah dapat berupa presentasi ataupun dokumen multimedia, hal ini masih dianggap sebagai kelemahan. Tidak adanya hubungan interaktif dan seringkali komunikasi hanya terjalin satu arah antara pengajar dengan siswa menjadi keprihatinan sendiri.
Dengan keberadaan E-learning ini, setidaknya menjadi jembatan keterbatasan waktu dan tempat didalam pengembangan proses pembelajaran. Semua orang dapat memanfaatkan fasilitas E-learning dimanapun kapanpun dan siapapun. Perkembangan teknologi ini harus benar-benar mampu dimanfaatkan bagi dunia pendidikan juga, tak lain untuk memberikan pelayanan yang lebih inovatif bagi pelaku pendidikan.
B.  Rumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, penulis mengemukakan beberapa rumusan masalah yang berhubungan dengan E-learning dalam pembelajaran bahasa Arab adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana E-learning dalam pembelajaran bahasa Arab?
2.      Bagaimana pemanfaatan IT dalam pembelajaran bahasa Arab?
3.      Bagaimana Kurikulum E-learning dalam pembelajaran bahasa Arab?
C.  Tujuan pembahasan
Untuk mengetahui tujuan dari rumusan masalah, maka diperlukannya sebuah tujuan pembahasan, antara lain:
1.      Untuk mengetahui E-learning dalam pembelajaran bahasa Arab.
2.      Untuk memahami pemanfaatan IT dalam pembelajaran bahasa Arab.
3.      Untuk mengetahui Kurikulum E-learning dalam pembelajaran bahasa Arab.

 

PEMBAHASAN
1.    E-learning Dalam Pembelajaran Bahasa Arab.
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi.
Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet, sering disebut sebagai online learning.  Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper Seamolec, yakni e-learning  adalah pembelajaran melalui jasa elektronik (Seamolec, 2003:1).
Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning.
Pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah web-site yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh nara sumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan, dapat pula disediakan mailing-list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi.
Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet (Hari Wibawanto, 2006). Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan mahasiswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh email, kanal chatting, atau melalui video conference.
E-Learning, menurut Darin E. Hartley (2001) merupakan jenis belajar- mengajar yang memungkinkan tersampainya bahan ajar ke mahasiswa dengan menggunakan media internet. E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer dan sebagainya (Dublin L., 2003). Jadi, sebuah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut dengan e-Learning.
Produk teknologi informasi dan komunikasi yang telah merambah dunia pendidikan berhasil mengubah model pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran e-learning atau e-edukatif, termasuk juga dalam pendidikan bahasa Arab. E-Learning dipandang sebagai bagian terpenting dalam upaya meningkat proses belajar mengajar (Suteja, 2008).
Menurut A.W. Bates (1995), manfaat pembelajaran yang memanfaatkan media elektronik yaitu:
1.       Enhance Interactivity, meningkatkan kadar interaksi pembelajaran,
2.      Time and Place Flexibility, memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja,
3.      Potential to Reach a Global Audience, menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas,
4.      Easy Updating of Content as Well as Archivable Capabilities, mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara, merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi imbal-balik yang seketika. Siaran bersifat searah, dari nara sumber belajar atau fasilitator kepada pembelajar.
Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih-lebih bila materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi Internet, memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi puncak seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Dalam proses pendidikan bahasa Arab, keempat fungsi media di atas sangat diperlukan untuk mengangkat citra bahasa Arab telah dikesankan minim dan berada di kelas bawah, sekaligus untuk memperkaya produk teknologi atau software edukatif bahasa Arab. Karena itu, model pendidikan berbasis Arabic E-Learning menjadi solusi pengembangan bahasa yang dimulai dari pengembangan aspek media ajar. Solusi ini untuk menjawab rendahnya minat pelajar terhadap bidang studi bahasa Arab, sekaligus untuk mengantipasi perubahan dari model pembelajaran konvensional ke model e-learning.[1]
2.    Pemanfaatan IT dalam pembelajaran bahasa arab.
Menyitir bunyi suatu hadits “didiklah anakmu sesuai dengan zamannya”.Pernyataan ini mengandung makna dan mengisyaratkan bahwa kita hidup dalam ruang dan waktu yang senantiasa berubah (Kholidah,2001:1).
Demikian halnya menjadi seorang pendidik yang di tuntut untuk mampu mewujudkan diri atas tuntunan perkembangan global yang sedang dan yang akan terjadi. Dan globalisasi yang terjadi dalam setiap aspek kehidupan berlangsung dengan cepat terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Mohammad Ahsanuddin,2005).
Seperti halnya penggunan internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kegiatan akademik mahasiswa tapi juga bagi para dosen.Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi dosen untuk menggali informasi dan pemgetahuan dalam mata kuliah yang menjadi bidang kemampuannya.Hal ini sejalan dengan definisi Pannen(2003)mengenai media dan teknologi pembelajaran di perguruan tunggi yang mencakup perangkat lunak dan perangkat keras (Mohammad Ahsanuddin:2005).
Melalui internet pembelajar dapat mengadakan kontak langsung dengan penutur asli,berpatisipasi dalm suatu forum diskusi.Dalam hal ini siswa/mahasiswa diberi tugas untuk menguraikan topic tertentu yang diminati selama beberapa menit dengan dukungan power-point(Ahsanuddin,2004(Egbert dkk,2002:7)).
a.      CD Interaktif
Salah satu perkembangan yang begitu pesat dan semakin modern adalah CD interaktif (Ahsanuddin,2004).VCD juga merupakan media pengajaran bahasa yang cukup efektif digunakan.Alat ini mirip dengan tip recorder hanya lebih lengkap Dlam konteks pengajaran ALA,misalnya:Alif-Ba-TaJuha 1-2,sebagainya(Kholisin,2002).
b. Satelit/Parabola
Satelit juga memberikan kemudahan bagi para pendidik dalam mengajarkan bahasa arab dalam hal pengayaan kosa kata dan pengenalan budaya. Satelit ini lebih banyak dimanfaatkan untuk ketampilan menyimak (maharatul istima’).
c. Arabic E-learning
Istilah e-learning mengandung pengertian yang sangat luas,sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang e-learning.Salah satu definisi ini yaitu dari pihak misalnya dari Darin E.Hartley [Hartley,2001] yang menyatakan bahwa e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya pelajaran ke siswa dengan menggunakan media Internet.[2]
3.    Kurikulum E-learning Dalam Pembelajaran Bahasa Arab.
Penggunaan E-learning sekarang ini sudah sudah menjadi hal yang harus, penggunaan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis IT ini dapat kita temukan di dunia internet, banyak server website yang menyediakan fasilitas untuk E-Learning lengkap dengan fitur-fitur pendukungnya seperti menyediakan fasilitas forum, blog chat, pembelajaran, bank pertanyaan, penilaian, dukungan multimedia, wiki, tugas kelompok, dan dukungan berbagai bahasa. Kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan di dalam E-Learning saat ini sudah dapat ditemukan di berbagai perangkat lunak Learning Content Management System (LCMS) seperti ATutor, Moodle, Sakai Project dan lain sebagainya.
Untuk mendukung pembelajaran kususnya dalam Pembelajaran Bahasa Arab, kami mencoba membuat E-Learning Pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan fasilitas Freewebclass.com (fasilitas E-Learning dari Moodle.com) dan aplikasi ATutor dari server ATutor.ca.
1. E-Learning dengan Freewebclass.com
Freewebclass adalah salah satu aplikasi untuk E-Learning dari webserver Moddle. Dengan menggunakan fasilitas ini kita bisa membuat sebuah E-Learning dengan free atau gratis disamping ada juga yang berbayar, penggunaan E-Learning dengan Freewebclass yang gratis memiliki konsekuensi yaitu kita hanya memiliki sub-domain dari domain Freewebclass seperti E-Learning yang kami buat ini dengan alamat website; http://www.arabicforfun.freewebclass.com.
Arabicforfun merupakan salah satu aplikasi E-Learning yang menggunakan fasilitas webserver dari Freewebclass.com. Dengan mengakses website Arabicforfun kita dapat melakukan pembelajaran bahasa Arab dengan E-Learning, namun terlebih dahulu pengguna atau user diharuskan mendaftarkan diri kepada administrator atau seseorang pemilik E-Learning ini untuk mendapatkan username dan password sebagai anggota dari E-learning ini. Setelah mendapatkan username dan password seorang pengguna dapat masuk ke dalam E-Learning ini dengan login terlebih dahulu pada kolom yang telah disediakan.
Setelah login, pengguna dapat mengakses segala hal yang ada di dalam E-Learning ini sesuai dengan perannya. Kedudukan pengguna di dalam E-Learning ini sangat berpengaruh terhadap akses yang akan di dapatkannya, di sini terdapat beberapa peran sebagai pengguan atau user diantaranya sebagai; Administrator, course maker, teacher, murid ( student ), dan tamu.
a)  Administrator
Administrator adalah seorang yang memiliki otoritas yang lebih terhadap pembentukan dan jalannya E-Learning, setiap pembuat E-Learning secara otomatis dia sebagai administrator dalam E-Learning tersebut. Dia memiliki hak akses segala fasilitas yang ada di dalam E-Learning, seperti : editing, upload dan download materi, menentukan teacher, menetukan murid, membuat profil, menambahkan aplikasi-aplikasi lain, membuka forum, membuat chatting dan lain sebagainya.
b)  Course Creator
Course creator atau pembuat kursusan merupakan seseorang yang bertugas sebagai penyedia fasilitas kursus di dalam E-Learning, dia memiliki wewenang untuk membuat kursusan, menghapus kursusan, menentukan guru dan murid didalam kursusannya, meng-upload materi.
c)  Teacher
Teacher (guru) adalah tenaga pengajar di dalam setiap kursus yang di buat, dia bertugas sebagai penyampai materi dan menjelaskannya kepada murid yang dia bimbing. Teacher berhak membuat kursusan sendiri dengan materi dan peserta didik yang ia tentukan, namun dia tidak bias mengubah kursusan lain yang bukan wilayah didikannya. Selain itu, dia memiliki wewenang dalam pengembangan pembelajarannya seperti membuat tugas, kuis,tes evaluasi, menentuka nilai dan kelas.
d)  Non-Editing Teacher
Perbedaan teacher dengan Non-editing Teacher adalah hanya dari segi wilayah aksesnya saja, non-editing teacher tidak bias membuat kursus sendiri dan tidak dapat menetukan murid yang akan dia bimbing, dia hanya memiliki tugas sesuai apa yang telah ditugaskan oleh administrator atau course creator kepadanya.
e)  Student
Student atau murid adalah pengguna yang berperan sebagai peserta didik, dimana dia sebagai obyek pengajaran. Student ini memiliki hak menerima pengajaran berupa akses men­-download materi, mengikuti forum diskusi, chatting, mengikuti tes evaluasi, kuis dan lain sebagainya. Namun, para murid aksesnya sangat dibatasi.
f) Guess
Guess atau tamu, tamu hanya memiliki hak sebatas mengetahui fasilitas yang ditampilkan oleh E-Learning ini, dan tidak memiliki wewenang masuk ke dalamnya.
2. E-Learning dengan ATutor
ATutor merupakan salah satu perangkat lunak software E-Learning, ATutor dipilih karena tampilannya yang baik dan kemudahannya untuk ditambahkan dengan fasilitas-fasilitas pembelajaran E-Learning lainnya apabila dibutuhkan. Penambahan fasilitas tersebut sifatnya opsional karena tidak semua pengguna E-Learning membutuhkan fasilitas atau fitur tersebut. Untuk mendapatkan software ATutor ini dapat di-download secara gratis dari server aslinya yaitu http://www.atutor.ca.
Pada awalnya ATutor hanya menyediakan fasilitas untuk penulisan materi, upload materi ke server, pertugasan dalam kuliha/pembelajaran, pembuatan bank soal, pengujian dan penilaian serta fasilitas untuk komunikasi antara pengguna yaitu chatting, forum dan blog. Namun jika dibutuhkan, kita dapat menambah modul untuk Kalender yang berisikan aktivitas peserta didik terkait dengan course yang diselenggarakan. Modul tambahan lain yang bisa ditambahkan antara lain Photo Gallery, Text2Speech, WebChat, Ewiki, dan lain sebagainnya semua ini dapat di-download melalui http://www.atutor.ca/modules.
Menggunakan fasilitas software ATutor tidak harus ikut kedalam server aslinya dengan domani ATutor.ca, akan tetapi aplikasi software ATutor ini dapat kita gunakan dan aktifkan di dalam website pribadi atau kita sendiri, contohnya seperti penggunaan ATutor dalam website pribadi yang kami buat ini http://www.noorhaddie.comuv.com.
Di dalam website ini kami menggunakan fasilitas software E-Learning ATutor sebagai aplikasinya, secara umum ATutor tidak jauh beda dengan software-software E-Learning lainnya, namun yang menjadi nilai plus dari fasilitas ini adalah adanya forum chatting yang memungkinkan komunikasi pembelajaran E-Learning tidak hanya satu arah saja akan tetapi dua arah antara instuktur atau teacher dengan muridnya.
Menggunakan ATutor juga dapat tergolong mudah, pengguna yang menginginkan menggunakan atau masuk kedalam E-Learning ini cukup melakukan registrasi sendiri terlebih dahulu bagi yang belum terdaftar tanpa harus didaftarkan oleh administrator sedangkan bagi yang sudah terdaftar bisa melakukan login langsung di dalam kolom tab yang telah disediakan.
Walaupun dalam segi penggunaannya relatif mudah dan lengkap, pengembangan aplikasi E-Learning ATutor dengan menggunakan webhost lain ( bukan webhost ATutor-nya) sedikit rumit, disamping kita harus meng-upload aplikasi ATutor kita juga harus mengurusi editing acount kita di servernya. Disamping itu, aplikasi-aplikasi pendukung pelayanan materinya pun sedikit rumit, akan tetapi penyajiannya lebih menarik.
Materi pembelajaran bahasa Arab dalam E-learning
Materi-materi yang dituangkan atau disediakan di dalam E-Learning arabicforfun.freewebclass.com ini adalah materi-materi bahasa Arab yang simpel dan mudah sebagai pengantar dan pengenalan terhadap bahasa Arab. Dengan materi-materi yang mudah ini diharapkan siapa saja yang mengakses website E-Learning ini dapat dengan mudah mempelajarinya. Diantara kategori-kategori materi yang dibuat di dalam E-Learning ini adalah:
1.      Materi-materi Bahasa Arab Sederhana seputar kemhiran bahasa/مهارة اللغة
2.      Materi-materi seputar pendalaman ilmu bahasa seperti: Nahw, Shorf dan sebagainya.
3.      Mufrodat dan Mahfudhot.
4. Contoh-contoh pidato dan percakapan (muhadatsah) dalam Bahasa Arab.
Dengan pengkategorian ini peserta atau siapa saja yang mengakses website E-Learning ini diharapkan mendapatkan kemudahan dalam mempelajari bahasa Arab sesuai dengan kemampuannya sendiri, selain itu, pengkategorian ini dibuat guna mempermudah pencarian materi atau kursusan yang disediakan di dalam E-Learning ini.[3]

DISTANCE LEARNING DAN ISTILAH-ISTILAH DASAR DALAM INTERNET

belajar jarak jauh

belajar semakin mudah

DISTANCE LEARNING DAN ISTILAH-ISTILAH DASAR DALAM INTERNET

Oleh: Widhia Maudu’ah, Siti Muthmainnah

 

PENDAHULUAN

Dewasa ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat saat ini adalah internet. Di dunia pendidikan, internet juga digunakan sebagai media pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang mempergunakan internet diantaranya adalah metode Distance Learning.

Inovasi ini juga lalu mendorong sektor pendidikan memasuki sebuah jaman yang benar-benar baru yang ditandai oleh kemampuan masyarakat dalam membentuk sebuah peradaban baru yang begitu tergantung pada (teknologi) informasi dan berbagai kegiatan (yang menjadi) maya. Kegiatan pendidikan tinggi yang begitu sulit untuk dijangkau, kaku, tertutup, kurang motivasi, dan tidak bersahabat, kini dengan penggunaan Internet yang dikenal sebagai e-learning menjadi pilihan dan merupakan sumber belajar dalam menghadapi tantangan masa depan. (Inglis, Ling, & Joosten, 1999)[1].

Rendahnya akses pendidikan, mahalnya biaya pendidikan, dan pengorbanan yang harus dikeluarkan seperti harus meninggalkan pekerjaan menyebabkan banyak tenaga kependidikan yang belum mempunyai  kesempatan untuk belajar secara formal. Pendidikan orang dewasa sebenarnya dapat diperoleh secara formal maupun informal di institusi pendidikan, pelatihan-pelatihan, hubungan dan kerjasama internasional serta aktivitas ekstrakulikuler[2] termasuk  juga lewat pengembangan dan pengimplementasian e-learning.

Dari pemaparan di atas maka, dalam makalah ini akan membatasi pembahasan pada pengertian distance learning dan  internet, serta beberapa istilah dasar yang berhubungan dengan internet. Yangmana dari pembahasan tersebut diharapkan mahasiswa dapat memahami serta mengaplikasikannya dalam pembelajaran.

 

 

PEMBAHASAN

  1. Distance Learning

Distance Learning (Belajar Jarak Jauh) mempunyai beberapa definisi  antara lain yang dikemukakan oleh Keegan, D.,”distance education & training result from the technological separation of teacher & learner which frees the student from the necessity of traveling to “a fixed place, at a fixed time, to meet a fixed person, in order to be trained” . Sedangkan e-learning mempunyai difinisi: the systematic use of networked multimedia computer technologies to empower learners, improve learning, connect learners to people and resources supportive to their needs, and to integrate learning with performance and individual with organizational goals[3]. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa distance learning merupakan salah satu bagian/ makna dari e-learning.

Distance Learning merupakan suatu sistem pembelajaran yang menggunakan dua pendekatan secara filosofi dan penggunaan teknologi. Filosofi dari distance learning adalah menurunkan barrier ke pendidikan dan memungkinkan peserta ajar untuk belajar sesuai dengan yang diinginkan, waktu yang diinginkan dan dapat berlangsung dengan tempat berbeda. Sedangkan teknologi digunakan sebagai media proses pembelajaran.

Dengan adanya Distance Learning ini diharapkan ada tiga kategori pengembangan, yaitu: mengkonversi adanya sistem belajar mengajar tatap muka yang konvensional menjadi lebih fleksibel dalam hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan model video conference atau dengan model e-learning (v-class dan v-lab), menjadikan institusi pendidikan jarak jauh yang diakui kreditnya, dan mengkonversi pengajar konvensional, dan bahan ajar menjadi sistem elektronik.[4]

Dengan adanya distance learning ini, diharapkan memberikan kemudahan bagi peserta ajar dan dosen untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Konsep dari pembelajaran jarak jauh yang lebih dikenal dengan istilah distance learning atau distance education, yaitu suatu sistem pendidikan dimana terdapat pemisahan antara pengajar dan siswa baik secara ruang dan/atau waktu. Disarankan kepada stakeholder untuk mengadakan identifikasi kebutuhan belajar, gaya belajar, dan infrastruktur sebelum memulai distance learning.

Meskipun masih menjadi fenomena baru, sistem pembelajaran jarak jauh berbasis web ini mempunyai keuntungan yang berbeda dengan sistem konvensional dan computer based training (CBT)[5].

Dari pendapat tersebut tampak bahwa belajar jarak jauh yang kadang disebut juga dengan istilah e-learning merupakan sistem pembelajaran yang dirancang khusus menggunakan alat komunikasi elektronik. Belajar jarak jauh lebih murah dan kondisi geografis tidak menjadi halangan. Peserta pembelajaran yang memiliki masalah dalam penjadwalan dan jarak bisa mendapatkan keuntungan sebab pendidikan jarak jauh lebih fleksibel dalam waktu dan dapat disampaikan hampir di mana saja.

Greenberg (1998) mendefinisikan pembelajaran jarak jauh sebagai “sebuah rencana pengajaran/pengalaman belajar yang menggunakan spektrum yang luas dari teknologi untuk menjangkau peserta didik di kejauhan dan dirancang untuk mendorong interaksi peserta didik belajar dan sertifikasi”. Sedangkan Teaster dan Blieszner (1999) berpendapat  “istilah pembelajaran jarak jauh telah diaplikasikan ke berbagai metode instruksional”.

Proses distance learning bisa secara synchronous, di mana pengajar dan peserta didik dapat berinteraksi dalam waktu yang sama walaupun tidak dalam satu tempat, seperti contohnya teleconference. Sedangkan Asynchronous, peserta didik berinteraksi dapat pada waktu yang tidak sama dan tempat yang tidak sama juga, contohnya media Compact-disk (CD), dan e-learning. Distance learning juga dapat memperluas jangkauan dan jumlah peserta didik[6] (Kozlowski, 2002).

Dari definisi tersebut kita dapat melihat bahwa peserta didik dan instruktur/penyaji/ widyaiswara dipisahkan oleh ruang, tetapi belum tentu oleh waktu. Sebab saat ini kita bisa langsung melakukan chatting, menggunakan webcam untuk berkomunikasi, video instruksional, video conference interaktif, dan lain-lain.

  1. Internet

Secara harfiah, Internet (kependekan dari interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking[7].

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif[8].

  1. Istilah-Istilah dalam Internet

Beberapa istilah dalam interner diantaranya sebagai berikut:

1.      ADSL – Asymetric Digital Subscriber Line.Sebuah tipe DSL dimana upstream dan downstream berjalan pada kecepatan yang berbeda.

2.      Anonymous FTP -Situs FTP yang dapat diakses tanpa harus memiliki Login tertentu.

3.      ASP (Active Server Pages) adalah spesifikasi untuk membuat halaman Web dinamis menggunakan ActiveX script. Sewaktu browser membuka halaman ASP, server Web membuat halaman dengan kode HTML dan mengirimkannya kepada browser.

4.      Attachment = lampiran

5.      Bandwidth : Besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network.

6.      Banner : adalah media informasi dalam bentuk image / gambar untuk menayangkan iklan bergambar pada sebuah webpage.

7.      Broadband = pita lebar, jalur lebar

8.      Browser (peramban, penjelajah) adalah singkatan untuk istilah Web Browser. Browser adalah Sofware yang digunakan untuk surfing(menjelajah internet) atau sebuah program yang digunakan untuk mengakses World Wide Web (atau internet), dan fasilitas lainnya. Saat ini terdapat sejumlah browser yang populer, seperti Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, dan Mozilla.

9.      Browsing adalah menelusuri/berselancar/surfing secara langsung di internet/dunia maya

10.  Bulletin board = papan buletin

11.  CGI/Perl : bahasa komputer yang digunakan untuk membuat program interaktif di dalam sebuah webpage. Dikembangkan oleh pemakai komputer UNIX/LINUX.

12.  Chat : (obrol, obrolan, rumpi ) istilah khusus yang digunakan untuk melakukan interaksi di program chat yangmana merupakan sebuah program yang diterapkan dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet) yang digunakan oleh user untuk mengirim dan menerima pesan dalam bentuk tulisan (ketik) secara realtime (idealnya tidak ada waktu tunggu).

13.  Chatting: adalah suatu fasilitas dalam Internet untuk berkomunikasi sesama pemakai Internet yang sedang on-line. Komunikasi dapat berupa teks atau suara (chatting voice).

14.  Client : adalah sebuah komputer yang bertugas menerima data dan informasi yang telah diolah oleh Server yang diperlukan oleh user. Client biasanya di kendalikan / digunakan oleh seorang user.

15.  Collission = tabrakan data

16.  Connection = sambungan

17.  Copy = salin, kopi, ganda

18.  Crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)

19.  Cut = potong

20.  Cyberspace = dunia maya

21.  Database = pangkalan data, basis data

22.  Delete/del = hapus

23.  Dial-Up : adalah jenis koneksi internet dengan menggunakan jaringan telpon.

24.  Dial-Up Networking : adalah fasilitas network yang dimiliki oleh sistem operasi Microsoft Windows yang dapat digunakan untuk melakukan koneksi Dial-Up, yaitu koneksi jaringan, baik jaringan komputer atau internet, dengan menggunakan fasilitas jaringan telpon.

25.  DNS – Domain Name Service. Merupakan layanan di internet untuk jaringan yang menggunakan Tcp/IP. Layanan ini digunakan untuk mengidentifikasi sebuah komputer dengan nama bukan dengan menggunakan alamat IP (IP Adress)adalah nama khusus dan unik yang digunakan untuk penamaan situs web pada internet.

26.  Domain name : adalah nama khusus dan unik yang digunakan untuk penamaan situs web pada internet.

27.  Download : (ambil data, unduh, muat turun) adalah proses pengambilan atau transfer file dari sebuah situs web internet (host atau server) ke media penyimpanan yang terdapat di komputer Client. Kebalikan dari download adalah upload.

28.  E-Coomerce (Electronic Commerce): adalah bisnis yang transaksinya dilakukan dengan bantuan jaringan komputer secara online. Transaksi tersebut adalah penjual dan pembelian barang dan jasa serta pembayaran yang dilakukan melewati komunikasi digital. Teknologi yang digunakan antara lain adalah Internet dan Electronic Data Interchange (EDI).

29.  Edit = sunting, ubah

30.  E-mail : (Elektronic Mail) atau surat elektronik adalah sebuah program yang diterapkan dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet) yang digunakan oleh user untuk mengirimkan pesan dalam bentuk tulisan (ketik) atau gambar kepada user lain di dalam atau di luar jaringan komputer tersebut. User dapat pula menerima (receive e-mail), membalas (reply e-mail), dan meneruskan (forward e-mail) kepada user lain

31.  FAQ Frequently Asked Questions: yaitu kumpulan pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya.

32.  Finger Protocol: untuk mengetahui informasi seorang user di sebuah komputer.

33.  Firewall : Aplikasi pengaman komputer dari aktivitas hacking.

34.  Flame : Amukan seseorang terhadap orang lain melalui Internet. Flame biasanya dilontarkan terhadap orang yang melanggar kesopanan.

35.  Forward/fwd (e-mail) : terusan

36.  Freenet :Suatu sistem on-line yang gratis.

37.  Freeware : Software yang disediakan bebas untuk dapat didownload dan digunakan secara gratis oleh  para pengguna internet.

38.  FTP : (File Transfer Protocol) adalah protokol Internet yang digunakan untuk menyalin file antarkomputer[9].

39.  Googling: Melakukan Pencarian dengan mesin Pencari Google.

40.  Hacker : adalah seorang yang ahli dalam bidang komputer, internet pada khususnya, dimana dengan keahliannya tersebut dapat menembus, merusak, serta melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dalam suatu jaringan komputer (termasuk internet). Misalnya merusak website yang ada, merusak program yang telah di buat oleh webmaster, atau administrator.

41.  Home Page : Tampilan awal dari suatu website yang memuat informasi atau gambaran singkat tentang apa isi dari website tersebut.

42.  HTML : Hyper Text Markup Language, adalah bahasa komputer yang digunakan untuk membuat sebuah halaman webpage dan merupakan standar forma untuk dokumen Hypertext..

43.  Http:// : http atau Hyper Text Transfer Protocol adalah kode yang dituliskan pada awal site, untuk menjelaskan pada program webbrowser bahwa protokol (antarmuka) yang digunakan adalah http

44.  Hyperlink : Hubungan tersembunyi antar dokumen HTML pada sebuah WEB server, biasa ditampilkan dengan format bergaris bawah.

45.  Hypertext : serangkaian kata pada dokumen HTML yang mempunyai hubungan (link) dengan dokumen HTML lain.

46.  Install = pasang

47.  Interface = antarmuka

48.  Interferensi = gangguan signal (berkaitan dengan signal wireless)

49.  Internet Explorer : program komputer yang digunakan untuk dapat menampilkan halaman-halaman yang ada pada sebuah website di internet, yang dibuat oleh Microsoft Corp.

50.  Internet Service Provider = penyelenggara jasa internet

51.  Internet-TV : adalah sebuah TV yang dimodifikasi untuk dapat digunakan sebagai media / alat untuk berkomunikasi dan berinteraksi melalui internet.

52.  Intranet : sumber daya informasi yang digunakan untuk kepentingan internal dari suatu instansi atau perusahaan dengan menggunakan jaringan komputer yang ada.

53.  ISP : Internet Service Provider, adalah lembaga/instansi/perusahaan yang menyediakan jasa pelayanan penyedia jaringan internet.

54.  Keyword = kata kunci

55.  Lag = lambat

56.  Link = taut, kait, pautan, pranala

57.  Load = muat

58.  Login / log in / log on / logon : log masuk, masuk log : otorisasi yang dilakukan oleh seorang user dengan memasukkan username dan password di dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail) sama dengan sign in.

59.  Logoff /logout / log out / log off : log keluar, keluar log: tidak melanjutkan kembali atau keluar dari sebuah sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail) sama dengan sign out.

60.  Lycos : adalah search engine di internet yang dapat digunakan oleh user untuk mencari. http://www.lycos.com

61.  Mailing List adalah Fasilitas E-mail Internet ,dimana pemakai dafat mendaftarkan diri ke suatu daftar pengiriman E-mail untuk suatu topik tertentu,sehingga pemakai akan secara otomatis mendapatkan kiriman E-mail setiap anggota Mailing_List Manager,.

62.  Malware kepanjangan dari Malicious Software. Program yang biasanya digunakan untuk mencari kelemahan suatu software dan biasanya merusak software dalam komputer anda.

63.  Modem : adalah alat komunikasi tambahan yang digunakan oleh komputer / notebook agar bisa melakukan koneksi dengan jaringan komputer lain, internet misalnya

64.  Netscape Navigator : program komputer yang digunakan untuk dapat menampilkan halaman-halaman yang ada pada sebuah website di internet, yang dibuat oleh Netscape Corp. Password : kode rahasia yang digunakan oleh user untuk dapat mengotorisasikan username yang dia miliki untuk dapat semasuki sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).

65.  Network = jaringan

66.  Newsgroup = kelompok warta, kelompok diskusi

67.  Off line = tidak terhubung, terputus, luring (luar jaringan)

68.  Online / on line = terhubung, tersambung, daring (dalam jaringan)

69.  Passphrase = frase sandi, kalimat sandi

70.  Password : kode rahasia yang digunakan oleh user untuk dapat mengotorisasikan username yang dia miliki untuk dapat semasuki sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).

71.  Paste = tempel, rekatkan

72.  Phising : Tindakan kejahatan di internet yang memperdaya korbannya dengan membuat suatu situs mirip dengan aslinya untuk mendapatkan data pribadi korban.

73.  Plugin : adalah program khusus yang dapat di tambahkan pada program webbrowser dimana dapat membantu webbrowser untuk dapat menampilkan animasi, program interaksi, 3D object, tertentu dengan baik.

74.  Preview = pratonton, pratilik, pratayang

75.  Protokol: Sejumlah aturan yang menentukan bagaimana dua buah komputer atau lebih saling berkomunikasi

76.  Save = simpan

77.  Scan = pindai

78.  Script : adalah kumpulan perintah yang disusun dalam bahasa komputer tertentu (Java, VisualBasic, CGI/Perl) untuk melakukan sebuah program interaktif atau animasi dalam sebuah webpage.

79.  Search Engine : adalah sebuah program di internet (website tertentu) yang digunakan untuk mencari informasi tertentu yang di perlukan oleh user. Misal : Yahoo, Lycos, Altavista, Excite dan lainnya.

80.  Server : adalah sebuah komputer yang bertugas melayani pembagian serta pengolahan informasi yang diperlukan oleh Client. Server biasanya di kendalikan oleh seorang admin.

81.  Shareware : Software yang merupakan sample yang dapat dicoba dulu, dan jika berminat kita dapat menghubungi penjual untuk membelinya. seperti DEMO gitu deh.

82.  Sign in / signin / sign on = catat masuk, lihat login

83.  Sign out / sign off = catat keluar, lihat logout

84.  Situs : Suatu alamat di dalam sebuah Web.

85.  Spam : merujuk kepada praktek pengiriman pesan komersial atau iklan kepada sejumlah besar news group atau email yang sebetulnya tidak berkeinginan atau tidak tertarik menerima pesan tersebut.

86.  Spammer : Orang yang mengirim junk mail atau spam.

87.  Spam Pesan:  berupa e-mail masal yang tidak kita inginkan, bisa berupa pesan tak berarti atau iklan yang kurang bermanfaat dari pihak yang tidak dikenal.

88.  Spoofing Merupakan sebuah teknik serangan melalui authentifikasi suatu sistem ke sistem lainnya dengan menggunakan paket-paket tertentu. Biasanya spoofing dilakukan dengan cara membuat situs web tiruan berdasarkan sebuah web.Upload : adalah proses pengiriman atau transfer file dari media penyimpanan yang terdapat di komputer Client yang dipakai oleh user ke sebuah situs web di internet.

89.  Spyware Program yang dirancang untuk mengintip isi komputer dan aktivitas seseorang saat berkomputer, dan hasil dari intipan akan dikirim kepada pihak yang mengontrol program tersebut. Program ini juga bisa mengintip isi PC yang dimasukinya.

90.  Surfing = berselancar, selancar maya

91.  Teleconference :  adalah pertemuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dilakukan melewati telefon atau koneksi jaringan. Pertemuan tersebut hanya dapat menggunakan suara (audio conference) atau menggunakan video (video conference) yang memungkinkan peserta konferensi saling melihat. Dalam konferensi juga dimungkinkan menggunakan whiteboard yang sama dan setiap peserta mempunyai kontrol terhadapnya, juga berbagi aplikasi. Produk yang mendukung teleconference pertama melalui internet adalah NetMeeting yang dikeluarkan oleh Microsoft.

92.  Update = pemutakhiran, pembaruan

93.  Upload : adalah proses pengiriman atau transfer file dari media penyimpanan yang terdapat di komputer Client yang dipakai oleh user ke sebuah situs web di internet.

94.  User : pemakai atau pengguna dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).

95.  Username = nama pengguna

96.  Virtual Reality = realitas maya

97.  Virus : adalah program tersembunyi yang dapat ‘menebeng’ atau ‘membonceng’ pada program lain yang terdapat pada internet, atau pada surat elektronik, yang sangat merugikan user dan admin, dimana program tersebut dapat merusak program lain yang dimiliki oleh user di komputernya, dan juga dapat merusak program interaksi yang terdapat pada situs web yang sedang di maintain oleh admin.

98.  VisualBasic : bahasa komputer yang digunakan untuk membuat program interaktif di dalam sebuah webpage. Dikembangkan oleh perusahaan Microsoft Corp.

99.  Voice-mail : sama seperti halnya dengan e-mail akan tetapi yang dikirimkan bukan berupa teks, melainkan berupa suara.

100.        VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah nama lain internet telephony. Lihat internet telephony.

101.        WAP : Wireless Application Protocol, adalah fasilitas pada handphone yang dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi tertentu yang terhubung dengan internet. Dengan WAP kita dapat menggunakan internet tidak saja untuk menerima dan mengirim handphone, bahkan untuk kalender, jadwal, serta gambar.

102.        Web browser : program komputer yang digunakan untuk menampilkan webpage. Contoh web browser : netscape navigator, internet explorer, dan lain-lain.

103.        Web page : adalah halaman yang dapat ditampilkan di sebuah website di internet, yang dapat menampilkan, teks, gambar, bahkan suara, animasi dan video.

104.        Webmaster : seorang yang bertanggungjawab untuk membuat dan memelihara situs web yang bersangkutan[10].

105.        Website : adalah sebuah kumpulan halaman (webpages) yang di awali dengan halaman muka (homepage) yang berisikan informasi, iklan, serta program interaksi.

106.        Wireless = nirkabel/tanpa kabel

107.        WWW : World Wide Web adalah layanan internet yang menggunakan konsep Hypertext antar dokumen yang berkaitan, didalamnya terdapat berjuta halaman web (web page). Protokol untuk mengaksees WWW adalah HTTP (hypertext transfer protokol)

 

KESIMPULAN

Distance Learning proses pembelajaran yang mana antara peserta didik dan instruktur/penyaji/ widyaiswara dipisahkan oleh ruang, tetapi tidak oleh waktu. Sebab saat ini proses pembelajaran dapat berlangsung di mana pun juga semisal dengan chatting, menggunakan webcam untuk berkomunikasi, video instruksional, video conference interaktif, dan lain-lain. Oleh karena itu antara Guru dan murid, dosen dan mahasiswa, tutor dan tutee (peserta tutorial) tidak perlu lagi bertemu tatap muka di dalam ruang kelas/kuliah.

Dengan demikian, sekarang ini, sangat dimungkinkan mengembangkan konsep pendidikan melalui teknologi canggih dan menghasilkan lulusan yang kreatif dan produktif serta tidak berorientasi pada uang semata. Pendidikan tinggi, oleh karenanya, harus mengubah  gambaran masyarakat dari institusi yang dianggap eksklusif menjadi institusi yang merakyat yang melayani masyarakat luas. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan jenjang pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Makalah  E-Learning pada Pendidikan Jarak Jauh : Konsep yang Mengubah Metode Pembelajaran di Perguruan Tinggi di Indonesia dalam Pdf. E-learning

Jones, H, Designing Web Based Education Courses For Nurses, (USA: Nursing Standard, 2004)

Makalah Learning Desain Dalam E-Learning, Disampaikan pada pelatihan E-learning. Depok UI, Jakarta, September 2005

Penampilan sebagai bentuk etika dalam membangun suasana keharmonisan

jilbab

cantik dengan jilbab

PENAMPILAN SEBAGAI BENTUK ETIKA DALAM MEMBANGUN

SUASANA KEHARMONISAN

Oleh : Jaw@Hir

Ethics is something that gives testimony of good and bad thing. it made by certain people associated with the sublime. A good society must be able to display a variety of ethics that have made themselves, not only to showed and discussion, but also to applications in daily life. Therefore, it can be used as a benchmark in assessing the alignment in word and deed.

            Sebagai universitas tinggi yang berbasis nilai-nilai pesantren STAImafa memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan. Tidak hanya itu, program studi bahasa arab menjadi asupan pokok yang harus ditempuh semua program studi walaupun sekedar memperkenalkan dasar-dasar keilmuan bahasa arab. Mulai dari mendengarkan, berbicara, menulis dan membaca teks-teks arab.

             Tidak hanya itu, kebiasaan akan memunculkan rasa yang berbeda. Muncul nya rasa percaya diri, pengalaman, dan adaptasi. Sehingga lambat laun masuk dalam culture. Bahasa arab seperti memberikan nuansa sakral dan itu muncul dari dulu. Pembicaraannya selalu tentang syari’at dan ketauhidan. Oleh karenanya dengan ini STAImafa ingin menjadikan bahasa arab lebih digandrungi, hingga pada akhirnya menghantarkan peserta didik mau dan mampu memahami tuntunan agama dengan baik sesuai syari’at, meski pada prodi yang spesifikasi keilmuannya berbeda.

            Menjadi aneh jika hal sepele dan krusial malahan terabaikan. Kini hampir tinggal nama untuk sebuah perguruan tinggi Islam jika perhatian terhadap busana hanya sekedar tampilan slogan. Perhatian cukup sebatas aturan tertulis yang sekilas dibaca dan tak berbekas. Perlunya para warga kampus yang saling mengingatkan tentu akan bisa mengurangi beban psikologi para pengajar yang telah kesana kemari penat memberikan petuah keagamaan yang dikira kolot. Sehingga lebih memilih menyibukkan diri dengan hal lain.

           Selain itu, budaya lingkungan hidup seseorang yang dibentuk sejak usia dini tentu akan memperlihatkan sosok berbeda di tempat lain. Dari hal yang terkecil hingga yang biasa dilakukan, sampai-sampai tidak terasa kalau itu berlainan dengan etika etnis lain. Namun tidak selamanya perbedaan melahirkan kesenjangan. Asalkan keberagaman itu saling menjunjung nilai-nilai yang mulia pastilah akan muncul benih kekeluargaan dalam keberagaman.

           STAImafa, begitu juga dengan universitas Islam lain mencoba mengintegrasikan nilai-nilai luhur yang dibawa oleh para calon sarjana muda. Sebagai bangunan awal, busana menjadi titik temu untuk menumbuhkan rasa keharmonisan. Bukan busana adat, sarimbitan ataupun tren masa kini, namun keseragaman busana muslim yang mampu memikat dan menampakkan ciri khas universitas Islam.

          Dengan nilai-nilai dan ciri khas yang dibawa dalam bentuk busana tersebut semua nampak tak sungkan saling menyapa dan mengenal dalam batasan keislaman. Cara pandang yang liar menjadi surut dan memudar. Tentunya ini akan nyata bila batasan dalam berbusana benar-benar dipatuhi, tidak sekedar busana pokok saja.

           Banyak yang mengatakan aturan perempuan dalam berbusana terlalu berlebihan, sehingga seolah menutup celah mereka untuk bebas berekspresi. Betapa berharganya sesuatu biasanya hanya diketahui pemiliknya, sehingga berbagai macam cara dilakoni agar tidak rusak, hilang bahkan berkurang nilai jualnya. Sayangnya, benda tidak memiliki perasa seperti manusia untuk protes dan mengeluh. Nampaknya itulah yang menjadi salah satu alasan logis.

          Untuk mewujudkan keharmonisan dan keselarasan kadang harus merelakan hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Namun bayaran akan hal itu tidaklah murah.

☺☺☺☺

Wadah inspirasi dan cerminan sikap para pemimpin muda

                                                          WADAH INSPIRASI DAN CERMINAN SIKAP

InspirasikuPARA PEMIMPIN MUDA

Oleh : Jaw@Hir

Pemimpin adalah seorang public figure yang selalu mendapatkan perhatian dari masyarakat, karena sebagai seorang pemimpin senantiasa mendapati berbagai keluhan masyarakat. Acap kali ia dapati berbagai aspirasi, hingga akhirnya mampu mengembangkan daya pikir dan pengetahuannya dalam memberikan sebuah putusan. Dengan keahlian itulah, ia dan rekan-rekannya mampu menciptakan berbagai inspirasi program yang ideal. Meskipun begitu, pemantapan dan realisasi rancangan program tidaklah semudah mengedipkan mata. Ditambah lagi dengan batas waktu yang minim, sehingga tidak memungkinkan untuk pencapaian yang maksimal dari berbagai program yang telah direncanakan.

Melihat kondisi seperti ini, tentu akan menjadi masalah dan masa-masa yang sulit bagi para pemimpin muda, namun sebaliknya akan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi warganya jika mengenal betul bagaimana sosok pemimpin sebenarnya. Paling tidak ada enam elemen kepemimpinan dimana keberhasilan dapat mereka raih, diantaranya seorang pemimpin harus mampu menyelesaikan masalah, mau menyelidiki, bisa mengambil keputusan, punya inisiatif, memberi dorongan, dan mengevaluasi kinerja.

Organisasi tidak akan lepas dari berbagai permasalahan, karena adanya ketidak sepadanan dari pihak lain, baik intern organisasi maupun ekstern yang dikenal dengan konflik. Perlu pendekatan khusus dalam mengelola konflik untuk menyelesaikan permasalahan. Diantaranya dengan menghadirkan berbagai pihak yang berkonflik agar mau menjelaskan masalah dan berbagi persepsi. Dengan begitu ada sikap keterbukaan untuk mengurangi konflik hingga masalah dapat terselesaikan bersama tanpa merugikan pihak lain. Itupun harus tahu berbagai informasi berbagai pihak.

Pemimpin membutuhkan informasi yang komprehensif (luas) mengenai tanggung jawab yang ia pikul. Oleh karenanya, ia perlu mempelajari latar belakang masalah, berbagai prosedur yang harus ditempuh, serta mengenal orang-orang yang terlibat dalam organisasi yang ia bidangi. Sehingga perlu adanya langkah-langkah penyelidikan, dan interaksi hingga pada akhirnya aspek potensi dari organisasi yang mencuat akan mampu termanfaatkan dengan maksimal dengan memberikan putusan-putusan yang revolusioner.

Keputusan yang baik harus bisa memberikan keuntungan bagi banyak orang, tidak berdasarkan sikap keegoisan dan sepihak. Banyak keputusan yang dianggap baik, namun tidak jarang pula diketemukan penyesalan pada akhirnya. Tipe kepemimpinan otokratis ini yang sering menuai permasalahan pada tiap kebijakan. Berbeda dengan demokratis yang menyertakan kelompoknya sebagai bahan pertimbangan kebijakan. Setelah penentuan keputusan atas pertimbangan kelompok, juga perlu tindakan sebagai wujud konkretnya untuk bisa dinilai.

Pemimpin yang sudah banyak makan asam garam, tentu tidak akan ragu untuk mengambil inisiatif atau tindakan karena luasnya cakrawala pengalaman yang telah ia peroleh, walaupun dengan inisiatifnya tidak akan menjamin terhindarkan dari berbagai risiko yang akan diperoleh. Namun  begitu, dengan keberaniannya itu paling tidak akan mampu merubah suatu kondisi yang andai hasilnya kadang tidak sama dengan angan-angan yang semestinya diidealkan. keyakinannya ini sudah cukup bahwa “Setiap tindakan memiliki risiko dan harga yang harus di bayar, jika kita tidak mengambil tindakan apa-apa, malahan akan berisiko jangka panjang walaupun pada awalnya itu terasa nyaman.”

Guru besar kita Ki Hajar Dewantara berkata; Ing ngarso sung tuladha (di depan sebagai contoh), ing madya mangun karso (di tengah memberi semangat), tut wuri handayani (di belakang memberikan dorongan). Sebuah ungkapan yang mebekas dalam benak kita. Keraguan dan kebimbangan biasa muncul dalam mengambil keputusan. karena dirasa adanya ide dari yang bersangkutan kurang mampu mempertahankan, maka tugas seorang pemimpin harus mampu memberikan semangat dan dorongan bagi rekan-rekannya, bahwa tidak ada hal yang mustahil untuk bisa diraih dan berat dikerjakan bila sesuatu dilakukan dengan bersama. Kalaupun dalam target ketercapaian  dan tindakan ada kesenjangan, maka perlunya evaluasi sebagai tindakan preventif untuk program selanjutnya adalah hal yang bijak.

Mengevaluasi tidaklah sama dengan mengkritik yang cenderung menilai sesuatu dari baik buruk saja dan sifatnya lebih pribadi. Mengevaluasi (critique) cenderung berorientasi pada pekerjaan sehingga orang akan belajar bagaimana meningkatkan efektivitas. Dengan begitu tidak saja membawa perubahan dimasa mendatang namun juga menghindarkan konflik dengan pihak lain. Itu semua adalah proses panjang yang ditempa para pendahulu kita.

Melihat segudang pengalaman mereka mulai dari  berbagai program rencana yang telah terealisasi hingga akhirnya dapat kita rasakan sekarang, Ternyata  mereka meninggalakan beberapa tanggungjawab yang sengaja mereka sisakan untuk para pemimpin muda. Diamping waktu yang  tidak memungkinkan untuk mencapai kesemua program, mereka berasumsi kalau era para pemimpin muda bagaikan kelahiran awal dari keberhasilan yang tertunda. Itu akan terjadi, jika pengalaman, pertimbangan selalu mereka mintai dari pendahulunya dan tidak merasa bisa menghadapi masalah sendirian. Karena suatu organisasi didirikan atas asas tujuan yang sama, walau eranya telah berbeda. Hingga untuk mewujudkannyapun perlu sikap keberlanjutan.